Connect with us

Travel

14 Hal Terbaik Yang Harus Dilakukan Di Pontianak Indonesia

Avatar

Published

on

14-Hal-Terbaik-Yang-Harus-Dilakukan-Di-Pontianak-Indonesia-min
Use your ← → (arrow) keys to browse

Media Indonesia – Pontianak adalah ibu kota Provinsi Kalimantan Barat yang terletak di pulau Kalimantan yang ada di Indonesia. Didirikan pada 23 Oktober 1771 oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie. Kota ini memiliki luas 107,82 kilometer persegi. Selain itu, kota ini juga dilewati oleh Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Penduduk tempat wisata pasca pandemi di Pontianak didominasi oleh Dayak, Melayu dan Tionghoa serta sejumlah besar minoritas seperti Bugis dan Jawa.

Media Berita Indonesia tentang Pontianak dapat diakses dari kota-kota besar di Indonesia dengan pesawat melalui Bandara Supadio. Bandara ini juga memiliki penerbangan internasional langsung ke Kuching, dan Kuala Lumpur. Sedangkan Pelabuhan Pontianak melayani kapal dengan rute Pontianak-Jakarta, Pontianak-Surabaya dan Pontianak-Semarang. Ada juga layanan bus antar negara, yaitu ke Kuching dan ke Brunei. Transportasi darat ke Malaysia dimungkinkan melalui jalur lintas Kalimantan.

Kebanyakan orang tahu Pontianak terletak di garis khatulistiwa, sehingga banyak dikenal sebagai Kota Khatulistiwa. Selain itu, Pontianak juga memiliki pemandangan alam yang indah yang menantang untuk dijelajahi. Belum lagi keragaman budaya yang menakjubkan di Pontianak yang menghadirkan berbagai acara sepanjang tahun. Jadi teman-teman, mari cari tahu tempat wisata terbaik di Pontianak Kalimantan Barat Indonesia.

1. Mengunjungi Tugu Khatulistiwa

Mengunjungi Tugu Khatulistiwa

Tentu saja hal nomor satu yang dapat dilakukan di Pontianak Kalimantan Barat Indonesia adalah mengunjungi Tugu Khatulistiwa. Berita Media Indonesia Ada 12 negara di dunia yang dilintasi garis khatulistiwa. Namun hanya ada satu kota yang persis memisahkan belahan bumi utara dan selatan, yaitu Pontianak. Tugu Khatulistiwa pertama kali dibangun pada tahun 1928, namun kemudian mengalami beberapa kali renovasi. Renovasi terakhir pada tahun 1990 dan akhirnya monumen diresmikan pada tanggal 21 September 1991.

Advertisement

Acara yang paling ditunggu oleh para pengunjung adalah kulminasi matahari, yaitu saat matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Saat itu, posisi matahari akan tepat berada di atas kepala sehingga bayangan Tugu Khatulistiwa akan “menghilang” beberapa detik. Puncaknya terjadi dua kali setahun, antara 21-23 Maret dan 21-23 September. Tugu Khatulistiwa terletak di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara. Jaraknya sekitar 3 km dari pusat kota Pontianak. Jam buka adalah 8 pagi – 5 sore dan juga gratis masuk.

2. Mengunjungi Istana Kesultanan Kadriyah

Mengunjungi Istana Kesultanan Kadriyah

Info Berita Media Destinasi selanjutnya adalah Istana Kesultanan Kadriyah. Keraton ini dibangun dari tahun 1771 hingga 1778 oleh Syarif Abdurrahman Alkadri, yang merupakan sultan pertama dan pendiri kota Pontianak. Istana ini terbuat dari kayu pilihan. Di depan istana, pengunjung dapat melihat 13 meriam kuno buatan Portugis dan Prancis.

Warna interior keraton Kesultanan Kadriyah didominasi warna kuning. Keraton memiliki koleksi benda-benda bersejarah seperti singgasana, berbagai perhiasan yang digunakan secara turun temurun, artefak kuno, barang pecah belah, foto Sultan dan keluarganya dan juga silsilah keluarga kerajaan. Beberapa kamar pribadi milik keluarga kesultanan juga dibuka untuk umum. Keraton Kesultanan Kadriyah terletak di Jalan Tanjung Raya, Pontianak Timur. Jaraknya sekitar 4 km dari pusat kota Pontianak. Jam buka adalah 10 pagi – 6 sore dan gratis masuk.

3. Visiting Betang House

Visiting Betang House

Rumah Betang, atau disebut juga Rumah Panjang, merupakan rumah adat suku Dayak. Meski hanya replika, bentuk dan isinya menyerupai aslinya. Dan Berita Harian Indonesia mengetahui Rumah terbuat dari kayu besi yang tahan rayap dan bisa berdiri hingga ratusan tahun. Beberapa keluarga tinggal bersama di Rumah Betang, sehingga ada banyak kamar di bawah atap.

Rumah Betang dibangun tinggi dari tanah untuk menghindari musuh tiba-tiba, binatang buas, dan sesekali banjir. Rumahnya berbentuk memanjang dan dilengkapi dengan tangga dan pintu masuk. Pengunjung dapat melihat lukisan Dayak di hampir setiap bagian dinding yang menggambarkan budaya Dayak. Rumah Betang berlokasi di Let. Jend. Jalan Sutoyo, pusat kota Pontianak. Jam buka adalah 9 pagi – 5 sore dan masuk gratis.

Advertisement

4. Mengunjungi Monumen Bambu Runcing

Mengunjungi Monumen Bambu Runcing

Atraksi Pontianak, Tugu Bambu Runcing didirikan sebagai peringatan perjuangan sebelas pahlawan Kalimantan Barat yang diasingkan ke Papua Barat oleh kolonial Belanda, karena khawatir gerakan mereka akan memicu pemberontakan di Kalimantan. Monumen ini terdiri dari 11 bambu dengan ukuran berbeda, mencirikan 11 tokoh pahlawan dari berbagai daerah. Bambu runcing diambil sebagai bentuk simbolis perjuangan bangsa Indonesia.

Monumen Bambu Runcing diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat, H. Soedjiman, pada tanggal 10 November 1987. Monumen ini mengalami dua kali renovasi, yaitu pada tahun 1995 dan 2006. Pada tahun 2013, Pemerintah Kota Pontianak memperindah kawasan monumen dengan membangun air mancur yang bisa menampilkan berbagai bentuk tarian. Selain itu, taman bunga mawar juga dibangun di sekitar area tersebut. Info Harian Indonesia Monumen Bambu Runcing terletak di Jend. Jalan Achmad Yani, Pontianak Tenggara. Buka 24 jam dan gratis.

5. Visiting Pasir Panjang Beach

Visiting Pasir Panjang Beach

Pantai Pasir Panjang memiliki panorama laut biru yang indah. Pantai yang luas membuat area ini nyaman untuk berjemur atau melakukan aktivitas olahraga seperti voli pantai dan sepak bola pantai. Air di pantai ini sangat jernih, sehingga sangat cocok untuk snorkeling atau diving. Pengunjung juga bisa berselancar, karena ombaknya relatif besar.

Selain itu, pengunjung dapat mengamati kehidupan masyarakat desa nelayan di sekitarnya. Pantai Pasir Panjang telah dilengkapi dengan fasilitas yang memadai seperti tempat parkir, kamar kecil, hotel, cottage, restoran, dan toko suvenir. Pantai Pasir Panjang terletak di Kota Singkawang. Jaraknya sekitar 142 km dari pusat kota Pontianak atau 2,5 jam perjalanan. Harga tiket masuknya Rp 10.000. Jam buka adalah 7 pagi – 6 sore.

6. Mengunjungi Air Terjun Tikalong

Mengunjungi Air Terjun Tikalong

Air terjun Tikalong memiliki ketinggian kurang lebih 5 meter yang tidak terlalu tinggi. Air terjun ini juga memiliki aliran yang deras dan air yang jernih. Pengunjung menikmati air terjun dengan bermain air dan berfoto. Air Terjun Tikalong menjadi tempat wisata favorit karena lokasinya yang mudah dijangkau.

Advertisement

Selain itu, hutan di sekitar lokasi masih asri dan memberikan suasana sejuk. Air Terjun tempat wiasta international Tikalong terletak di Desa Tunang, Kabupaten Landak. Jaraknya sekitar 100 km dari pusat kota Pontianak atau 3,5 jam perjalanan. Harga tiket masuknya Rp 5.000. Jam buka adalah 8 pagi – 5 sore.

7. Mengunjungi Pusat Aloe Vera

Mengunjungi Pusat Aloe Vera

Kota Pontianak memiliki struktur tanah gambut yang cocok untuk pertumbuhan Aloe Vera. Oleh karena itu berdirilah Aloe Vera Center pada tahun 2002. Tempat tersebut dibangun atas kerjasama Pemkot dengan Badan Litbang Kalbar, serta peran serta pemerintah pusat.

Lidah Buaya Pontianak termasuk dalam jenis Lidah Buaya Cina. Lidah buaya jenis ini dapat dipanen selama 12 hingga 13 tahun. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, lidah buaya dikembangkan sebagai bahan baku industri farmasi dan kosmetika, serta makanan dan minuman kesehatan.

Di Aloe Vera Center ini pengunjung dapat mencicipi dan melihat bagaimana tanaman Aloe Vera diolah menjadi tepung dan berbagai macam makanan khas, seperti dodol, jelly, coklat, minuman jus Aloe dan teh. Aloe Vera Center terletak di Jalan Budi Utomo, Pontianak Utara. Jaraknya sekitar 8,5 km dari pusat kota Pontianak. Jam buka adalah 9 pagi – 5 sore. Ini masuk gratis.

8. Mengunjungi Museum Kalimantan Barat

Mengunjungi Museum Kalimantan Barat

Tempat wisata terbaik Museum Kalimantan Barat diresmikan pada tanggal 2 April 1988 oleh Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pengelolaan museum ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Advertisement

Museum Kalimantan Barat menyimpan berbagai benda bersejarah dari beberapa peradaban suku di Kalimantan Barat, yaitu: Melayu, Dayak, dan Tionghoa. Koleksi museum mulai dari artefak, benda kerajaan, seni dan budaya suku Dayak, keramik Cina, hingga replika perkawinan Dayak dan Melayu. Museum Kalimantan Barat terletak di Jend. Jalan Ahmad Yani, Pontianak Selatan. Ini masuk gratis. Jam buka adalah 8 pagi – 2 siang. Museum tutup pada hari Senin.

9. Mengunjungi Masjid Jami Pontianak

Mengunjungi Masjid Jami Pontianak

Masjid Jami Pontianak atau juga dikenal dengan Masjid Sultan Syarif Abdurrahman merupakan masjid tertua dan terbesar di kota Pontianak. Masjid ini dibangun pada tahun 1771. Dapat menampung sekitar 1.500 jamaah. Masjid Jami Pontianak ditopang pada enam tiang penyangga utama. Jarak lantai dengan plafon cukup tinggi, sehingga sirkulasi udara menjadi baik.

Kubah masjid terbuat dari sirap. Bentuk atapnya bertingkat, semakin ke atas semakin kecil. Masjid Jami Pontianak terletak di sebelah timur Sungai Kapuas, tepatnya di depan Istana Kesultanan Kadriyah. Tepatnya di Desa Bugis Dalam, Pontianak Timur. Masuknya gratis dan jam bukanya sesuai jadwal ibadah menjadi temat wisata budaya.

10. Mengunjungi Kuil Bodhisattva Karaniya Metta

Mengunjungi Kuil Bodhisattva Karaniya Metta

Vihara Bodhisatva Karaniya Metta merupakan vihara tertua di kota Pontianak. Candi ini dibangun pada tahun 1829 dan direnovasi pada tahun 1906. Tiang dan rangka bangunan terbuat dari kayu ulin dan dicat merah dan kuning emas. Dewa Khong Hu Chu digambar di tiga pintu utama.

Ada patung dan lukisan di dinding dan altar yang menggambarkan filosofi kehidupan. Vihara Bodhisatva Karaniya Metta sering dikunjungi setiap perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh. Pengunjung berasal dari sekitar Pontianak dan luar daerah. Kelenteng Bodhisatva Karaniya Metta terletak di Jalan Sultan Muhammad, Desa Darat Sekip, Kota Pontianak. Masuknya gratis dan jam bukanya sesuai jadwal ibadah.

Advertisement

11. Mengunjungi Taman Pulau Sinka

Mengunjungi Taman Pulau Sinka

Sinka Island Park merupakan integrasi dari beberapa atraksi, yaitu Sinka Zoo, Pantai Bajau, dan Pulau Simping. Kebun Binatang Sinka memiliki topografi berbukit. Konsep kebun binatang sama seperti di taman safari. Pengunjung bisa berkeliling melihat binatang sambil berkendara. Selain itu, pengunjung juga diperbolehkan turun dari mobil jika ingin berfoto dengan satwa. Total koleksi hewan yang terdapat di Sinka Zoo sekitar 275 ekor.

Pantai Bajau memiliki keindahan yang masih alami. Pengunjung bisa menikmati pemandangan pantai dengan menaiki delman atau kuda yang bisa disewa. Pengunjung juga bisa mencoba permainan banana boat. Pulau Simping adalah pulau terkecil di dunia. Pulau ini terhubung dengan jembatan ke Taman wisata alam Pulau Sinka. Sinka Island Park terletak di Jalan Malindo, Singkawang. Berjarak sekitar 3 jam perjalanan dari pusat kota Pontianak. Harga tiket masuk Sinka Zoo adalah Rp 10.000 dan ke Pantai Bajau Rp 20.000. Jam buka adalah 9 pagi – 5 sore.

12. Mengunjungi Kolam Renang J.C. Oevang Oeray

Mengunjungi Kolam Renang J.C. Oevang Oeray

Kolam Renang J.C. Oevang Oeray terkenal di Pontianak. Kolam renang terletak di pusat kota sehingga mudah untuk dikunjungi. Di akhir pekan kolam renang sangat ramai. Kolam renang memiliki banyak gazebo untuk pengunjung beristirahat. Ada juga persewaan pelampung untuk pengunjung, seluncuran air dan ember tumpah.

Kolam renang dewasa memiliki kedalaman lebih dari satu meter dan sering digunakan untuk kompetisi. Kolam renang untuk anak-anak memiliki kedalaman 80 cm. Kolam Renang J.C. Oevang Oeray terletak di Jalan A. Yani, Kota Pontianak. Harga tiket masuknya Rp 20.000 di hari biasa dan Rp 25.000 di akhir pekan. Jam buka adalah 6 pagi – 6 sore.

13. Mengunjungi Taman Alun-Alun Kapuas

Mengunjungi Taman Alun-Alun Kapuas

Taman Alun-Alun Kapuas terletak di tengah kota, sehingga selalu ramai dikunjungi orang. Taman ini memiliki penataan yang rapi. Di dalam taman terdapat air mancur yang indah dan replika Tugu Khatulistiwa. Kota Pontianak telah memperluas kawasan Taman Alun-Alun Kapuas. Selain itu juga dibangun panggung hiburan dan kafe terapung. Taman ini juga menjadi tempat diselenggarakannya Festival Meriam Karbida, Festival Khatulistiwa, Cap Go Meh, dan Perayaan Tahun Baru. Taman wisata air Alun-Alun Kapuas terletak di Jalan Rahadi Usman, Kota Pontianak. Jam buka adalah 5 pagi – 10 malam dan masuk gratis.

Advertisement

14. Mengunjungi Hutan Kota (Arboretum Sylva Untan)

Mengunjungi Hutan Kota (Arboretum Sylva Untan)

Hutan kota atau Arboretum Sylva Untan ini terletak di Kampus Universitas Tanjungpura (Untan) dan dikelola oleh mahasiswa Fakultas Kehutanan. Hutan kota memiliki luas 3,2 hektar. Koleksinya sangat beragam mulai dari tumbuhan khas Kalimantan Barat, mamalia, burung, hingga serangga.

Selain sebagai tempat keanekaragaman hayati, hutan kota juga berfungsi sebagai tempat rekreasi bagi masyarakat. Mereka bisa melakukan aktivitas outbond, jogging atau bahkan bersepeda. Hutan kota (Arboretum Sylva Untan) terletak di Jend. Jalan Ahmad Yani, Kota Pontianak. Jam buka adalah 8 pagi – 5 sore dan masuk gratis. Ok teman-teman… Sekarang Anda tahu tempat wisata terbaik di Pontianak Kalimantan Barat Indonesia. Mari kita berangkat.

sumber : https://www.media-indonesia.com

 

Advertisement
Use your ← → (arrow) keys to browse